Pengendalian Gratifikasi
Diposting tanggal: 11 Juli 2013

Pemberian dan Penerimaan Suap, Komisi, Hadiah dan Donasi

  1. Insan Perseroan dalam melaksanakan bisnisnya tidak mengenal adanya praktik suap dan komisi, sehingga setiap Insan Perseroan dan juga mitra bisnisnya tidak menjanjikan, menawarkan, memberi dan menerima suap maupun komisi yang bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
  2. Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan Perseroan dilarang memberikan atau menawarkan sesuatu, baik langsung maupun tidak langsung, kepada Pejabat Negara dan atau individu yang mewakili mitra bisnis, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
  3. Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan Perseroan dilarang menerima sesuatu untuk kepentingannya, baik langsung maupun tidak langsung dari mitra bisnis yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
  4. Suap dan komisi diartikan sebagai pemberian sesuatu ataupun janji yang dimaksudkan agar seseorang karena kedudukannya tidak berbuat atau berbuat sesuatu atau sesuatu yang dapat mempengaruhi pertimbangan dalam mengambil keputusan sehubungan dengan kewenangannya.
  5. Insan Perseroan wajib mewaspadai dan menolak praktik suap dan komisi yang antara lain dapat berbentuk pemberian uang, barang, rabat/discount, pinjaman tanpa bunga, kesempatan investasi, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.
  6. Perseroan tidak memberi donasi ataupun pemberian suatu aset Perseroan kepada partai politik atau seorang atau lebih calon anggota badan legislatif maupun eksekutif, kecuali di atur lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam batas kepatutan sebagaimana ditetapkan oleh Perseroan, donasi untuk amal dapat dibenarkan.
  7. Perseroan menjatuhkan sanksi yang tegas hingga pemecatan terhadap Insan Perseroan yang terlibat dengan tindakan suap dan komisi serta menyerahkannya ke pihak berwajib sesuai dengan peraturan dan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.
  8. Tetapi sebagai Perseroan yang menjalankan bisnis dan menghadapi persaingan usaha yang sangat kompetitif, Perseroan perlu membina hubungan baik yang positif dengan seluruh mitra bisnisnya sehingga wajar jika adanya penerimaan dan pemberian hadiah. Karena Perseroan memandang bahwa penerimaan dan pemberian hadiah adalah suatu ungkapan penghargaan dan apresiasi atau perhatian yang sangat tinggi dari suatu hubungan kerjasama.
  9. Namun demikian agar tidak kehilangan maknanya Perseroan tetap memberikan batasan-batasan kewajaran berkenaan dengan penerimaan dan pemberian hadiah, yakni tidak berupa uang tunai, cek atau sejenisnya, melainkan dalam bentuk jamuan makan dan atau buah tangan/souvenir yang tidak melanggar kaidah dan norma agama.
  10. Hadiah diterima dan diberikan dengan ikhlas, tergantung kepada kondisi Perseroan dan atau si pemberi serta tidak dalam konteks untuk merubah suatu keputusan kerja/bisnis yang berkaitan dengan kewenangan apalagi mengurangi fisik dan kualitas pekerjaan.
  11. Perseroan melaksanakan upaya untuk meningkatkan pemahaman kepada seluruh insan Perseroan terhadap kebijakan/ketentuan pengendalian suap dan komisi.

Entertainment  ( Menjamu Tamu dan Perseroan )

  1. Kerja sama dengan mitra bisnis merupakan tata nilai/perilaku yang telah diwariskan di Perseroan. Perseroan perlu membina hubungan baik yang positif terhadap mitra bisnis dan orang-orang yang potensial memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan Perseroan tanpa terkecuali. Insan Perseroan dapat memberikan atau menerima entertainment (jamuan) dengan mitra bisnis untuk mendukung silaturahmi dan komunikasi.
  2. Namun demikian agar tidak kehilangan makna, Perseroan memberikan batasan-batasan untuk kewajaran berkenaan dengan penerimaan dan pemberian entertainment ini, yakni ;

• Tidak berupa uang tunai, cek atau sejenisnya ;

• Hanya sebatas buah tangan, cinderamata atau souvenier dan jamuan makan minum ditempat-tempat yang tidak menimbulkan citra negatif;

• Olahraga, teater, rekreasi, dan hiburan/musik yang tidak melanggar kaidah norma-norma agama dan sosial serta nilainya tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Himbauan Terkait Gratifikasi

Sejalan dengan Himbauan Terkait Gratifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi RI Nomor B. 143 /01-13/01/2013, Perusahaan telah meneruskan himbauan di maksud ke seluruh insan Perseroan melalui Memo Nomor 41-M/05.00/05.AB/II/2013 untuk dipedomani dan di sosialisasikan di lingkungan kerja masing-masing

 Informasi tersebut dapat juga diakses di : https://www.dropbox.com/s/o9f6jimxqub8vwz/gratifikasi.docx

 


Garuda Cyber Garuda Cyber Grab SEO Garuda Cyber Grab SEO Garuda Cyber Cyber4rt Garuda Cyber Cyber4rt Garuda Cyber Maharga Maharga Maztren Maztren