Manajemen Risiko
Diposting tanggal: 11 Juli 2013

MANAJEMEN RISIKO

Sebagai perusahaan agro industri, Perseroan menghadapi begitu banyak risiko baik yang sifatnya controllable maupun uncontrollable. Beberapa peristiwa yang mempengaruhi kinerja dan operasional Perseroan, menambah keyakinan Direksi beserta jajarannya bahwa amanat Pasal 25 Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor : Per-01 MBU/2011 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara, harus segera diterapkan secara konsisten. Tahun 2012 merupakan periode penting perwujudan komitmen Direksi dalam membangun dan melaksanakan program manajemen risiko korporasi secara terpadu dan terstruktur serta merupakan bagian dari pelaksanaan program GCG.

ROAD MAP PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Sebagai upaya yang berkesinambungan, Perseroan secara sistematis telah meletakkan pondasi penerapan manajemen risiko sebagai dasar infrastruktur tata kelola manajemen risiko yang baik. Dimulai dengan meningkatkan level unit kerja yang ditunjuk menjalankan fungsi manajemen risiko dari yang semula setingkat Asisten Urusan menjadi sebuah unit sertingkat urusan di bawah Bagian Perencanaan, Pengembangan dan Teknologi Informasi (P2TI) melalui SKEP Direksi Nomor  10-SKEP/05.D1/05.10/VI/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang Penyesuaian Struktur Organisasi Strategic Bussiness Unit (SBU) Bagian Sekretaris Perusahaan, Bagian Perencanaan Pengkajian dan Teknologi Informasi di Lingkungan PT Perkebunan Nusantara V (Persero).

Dilanjutkan dengan menerbitkan pernyataan penerapan manajemen risiko melalui SKEP 16-SKEP/05.D1/05.09/VIII/2012 tanggal 16 Agustus 2013 tentang Penerapan Manajemen Risiko dan menetapkan road map penerapan manajemen risiko

Dengan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Kantor Perwakilan Provinsi Riau, melalui MOU nomor : 48-MoU/05.D1/05.00/IX/2012 – MOU-3082/PW04/4/2012 yang ditandatangani di Hotel Novotel Batam tanggal 27 September 2012, Perseroan secara bertahap dan sistematis membentuk risk awareness di berbagai tingkat manajerial. Dimulai dengan melaksanakan sosialisasi dan workshop kepada insan perseroan pada tingkat Direksi, Komisaris, dan Organ Pendukung Komisaris  di Hotel Novotel Batam, tanggal  27-28 September 2012, kemudian level satu tingkat di bawah Direksi yakni GM, Kepala Bagian dan Manager di Hotel The Hills Batam tanggal 26-28 November 2012

Sampai dengan akhir tahun 2012, Penerapan Manajemen Risiko telah berhasil memasuki tahap Initial Risk Assessment. Namun demikian, perlu waktu yang relativ lama untuk membangun pemahaman bahwa manajemen risiko merupakan sebuah kebutuhan dan bukan hanya karena tekanan norma dan peraturan yang ada.

Rencana Pengembangan Manajemen Risiko Tahun 2013

Perseroan secara konsisten akan melanjutkan Road Map Penerapan Manajemen Risiko yang telah ditetapkan dan menargetkan pada akhir tahun 2013  telah dapat mengiimplementasikan sampai ke tingkat unit-unit kerja. Adapun rencana program pengembangan selanjutnya di tahun 2013 adalah :

  1. Update Risk Assessment
  2. Penyusunan Pedoman Manajemen Risiko
  3. Penyusunan Pedoman Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko

 

SKEP Kebijakan Manajemen Risiko : https://www.dropbox.com/s/dmgleq06trbdh5s/SKEP_KEBIJAKAN_MANAJEMEN_RISIKO.pdf