Senin, 14 Mei 2018 - 08:46:11 WIB
Pembatasan Sawit Adalah Diskriminasi
Diposting oleh : Humas PTPN V
Kategori: Sawit - Dibaca: 85 kali

JAKARTA – Menurut pemaparan Direktur Eksekutif Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) , Mahendra Siregar, bila alasan parlemen UE adalah terkait deforestasi dan perusakan lingkungan, maka tuduhan tersebut sama sekali tidak benar. “Selama ini industri kelapa sawit telah memenuhi aspek-aspek keberlanjutan sesuai yang diwajibkan oleh Pemerintah melalui ISPO (Indonesia Sustainable palm Oil).” Ungkap Mahendra Siregar, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Terkait deforestasi tutur Mahendra, tidak hanya mengarahkannya ke komoditas kelapa sawit lantaran murujuk data pada tahun 2050, permintaan minyak nabati dunia diperkirakan akan mencapai 400 juta. Dengan rata-rata produksi 6-7 juta ton CPO per hektar maka, 30 tahun mendatang diperlukan sekitar 30 juta ha lahan sawit untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Sementara jika kita harus mengandalkan pada kedelai misalnya, yang memiliki produktivitas 1:10 kelapa sawit, diperlukan sekitar 200-300 juta hektar lahan tambahan. “Data tersebut bisa menjawab, mana yang menyebabkan lebih banyak deforestasi,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, melalui Kementerian Perdagangan yang diwakili oleh Staff Khusus Menteri Perdagangan, Lili Yan Ing menyatakan bahwa Pemerintah telah melayangkan surat kepada Komisi UE bahwa mengeluarkan minyak sawit dari bahan bakar biofuels tidak akan menjawab isu deforestasi. Karena isu deforestasi tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan industri kelapa sawit.

“Indonesia akan berpegang teguh pada non-discriminative, fair, equitable treatment. Oleh karena itu, kami menolak bila terdapat diskriminasi. Bila produk kami didiskriminasi maka segala langkah akan kami tempuh untuk memperjuangkan hak kami.” Ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut perwakilan UE, menyatakan bahwa resolusi tersebut masih dalam tahap pembahasan. “Kami juga masih akan melakukan kajian lebih lanjut terkait isu deforestasi maupun perubahan iklim yang disebabkan oleh industri sawit,” ungkap perwakilan EEAS (European External Action Service) Jakarta, Bucki Michael.

Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono menyatakan akan terus mendorong dan memberikan dukungan kepada pemerintah (strategi perdagangan), agar dapat mencapai solusi yang konkrit dan berkelanjutan.

Sumber : https://www.infosawit.com/news/8007/pembatasan-sawit-adalah-diskriminasi




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Garuda Cyber Garuda Cyber Grab SEO Garuda Cyber Grab SEO Garuda Cyber Cyber4rt Garuda Cyber Cyber4rt Garuda Cyber Maharga Maharga Maztren Maztren