Selasa, 13 Maret 2018 - 12:24:51 WIB
Permintaan Lemas Picu Turunnya Harga CPO Global
Diposting oleh : Humas PTPN V
Kategori: Sawit - Dibaca: 70 kali

 JAKARTA -- Pasar minyak sawit global cukup menjanjikan sejak awal tahun setelah harga meningkat pada dua pekan pertama Januari 2018, di mana harga bertengger di kisaran US$675 – US$697,5 per metrik ton.

Namun, pada pekan ketiga dan keempat harga cenderung terus menurun hingga menyentuh US$652.5 per metrik ton.

Turunnya harga minyak sawit global dipicu lemahnya permintaan di pasar global terutama dari China dan negara-negara Uni Eropa (UE). Pada Januari 2018, ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) hanya mampu membukukan kenaikan sebesar 4% dibandingkan dengan Desember 2017 atau dari 2,63 juta ton naik menjadi 2,74 juta ton.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang mengatakan sepanjang Januari 2018, Negeri Tirai Bambu membukukan pelemahan permintaan yang cukup signifikan sebesar 15% dari 362.500 ton pada Desember 2017 menjadi 307.490 ton.

Penurunan ini disebabkan melimpahnya persediaan minyak kedelai. Pembelian kedelai melimpah karena besarnya konsumsi soymeal untuk peternakan di China.

"Penurunan permintaan minyak sawit Indonesia juga diikuti oleh UE sebesar 8%, dari 437.940 ton pada Desember 2017 turun menjadi 404.220 ton pada Januari 2018. Hal yang sama diikuti oleh negara-negara Timur Tengah yang membukukan penurunan 31% dan Afrika 10%," sebutnya dalam keterangan resminya, Senin (12/3/2018).

Sementara itu, permintaan dari India naik sangat tipis yaitu hanya 1% dari 593.250 ton pada Desember 2017 menjadi 598.350 ton pada Januari 2018. Kenaikan permintaan yang signifikan dicatatkan oleh AS, dengan pertumbuhan hingga 68% atau dari 115.290 ton menjadi 193.470 ton.

Menurut Togar, tuduhan dumping biodiesel terhadap Indonesia sepertinya tidak mempengaruhi permintaan minyak sawit dari Negeri Paman Sam. Pertumbuhan permintaan minyak sawit dari Indonesia juga dicatatkan oleh Bangladesh sebesar 244% dan Pakistan sebesar 3%.

Di sektor biodiesel, serapan di dalam negeri pada Januari 2018 naik 14% secara month-to-month (mtm) dari 191.000 ton menjadi 218.000 ton. Serapan biodiesel di dalam negeri masih konsisten tiap bulannya meskipun ada fluktuasi.

"Dari sisi produksi, pada Januari 2018 produksi minyak sawit Indonesia membukukan penurunan 10% atau dari 3,8 juta ton pada Desember 2017 menjadi 3,4 juta ton. Penurunan produksi ini merupakan kejadian biasa karena memang musim panen raya telah berakhir," terangnya.

 

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20180312/12/749080/permintaan-lemas-picu-turunnya-harga-cpo-global




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Garuda Cyber Garuda Cyber Grab SEO Garuda Cyber Grab SEO Garuda Cyber Cyber4rt Garuda Cyber Cyber4rt Garuda Cyber Maharga Maharga Maztren Maztren